Sejarah dan filsafat Cina merupakan sesuatu yang sangat menarik untuk dipelajari. Kata-kata bahasa sejak sebelum 25 abad yang lalu telah melalui proses standarisasi. Hingga saat ini umumnya kata-kata bahasa hasil standarisasi masih mungkin ditelusuri kembali. Penelusuran kembali kepada arti original yang terdapat dalam tulisan kata-kata bahasanya menyadarkan kita, bahwa tulisan konghucu sesungguhnya merupakan wahyu Nabi.
Konghucu dilahirkan pada 551 BC pada negara bagian Lu. Para achli sastra umumnya percaya tulisan konghucu merupakan salinan dari tulisan klasik.
Sesungguhnya tidak ada yang dapat memastikan apakah 5 tulisan klasik ditulis berdasarkan filsafat konghucu atau sebaliknya. Bahkan teramat sulit mengetahui kapan pertama kali filsafat konghucu ini ditulis. Memahami seutuhnya filsafat yang terdapat dalam tulisan konghucu merupakan tujuan utama dari webside ini.
Konghucu memberikan ilustrasi pada saat dirinya menerima wahyu, sbb :
Bab VII.4. Kata-kata yang berterbangan, menjelaskan menjelaskan seperti itu pula, terasa terasa seperti itu pula.
Bab VII.5. Zi berkata ‘Amat sangat sampai terakhir saya menolak pula, Membutuhkan waktu lama sampai terakhir saya bukan sedang menulis ataupun mimpi bertemu Maha Pencipta /Tuhan berkepribadian’.
Konghucu memberitahukan dirinya tidak merahasiakan beberapa kata dari wahyu yang diterimanya, sbb :
Bab VII.24. Zi berkata ‘Jangan kira saya biasanya merahasiakan 2 atau 3 kata, biasanya tidak akan pernah merahasiakan seperti yang lain. Tidak akan pernah memahami jika tidak bersama-sama 2 atau 3 kata tersebut, adalah tidak berguna pula’
Definisi seorang Nabi tertulis pula pada :
Bab II. 14 Konghucu berkata 'Seorang Nabi menciptakan/ menyampaikan sesuatu yang baru dan hasilnya tidak dapat dibandingkan, Orang kecil hasilnya dapat dibandingkan akan tetapi tidak menciptakan/ menyampaikan sesuatu yang baru'.
Sebagai seorang Nabi konghucu menyadari pengetahuan yang diterimannya dalam bentuk wahyu tidak mungkin diterapkan dalam waktu singkat, tetapi membutuhkan proses yang panjang dan akan semakin dapat dimengerti sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi pula, sbb :
Bab II. 23 Zi Zhang bertanya ‘Mengapa setelah sepuluh generasi baru bisa dimengerti pula’ Konghucu berkata ‘Karena wahyu ini ditulis pada zaman yang masih remang-remang dalam hubungannya dengan pengembangan aturan/ etika. Berakibat sebagian manfaat yang terkandung dalam wahyu akan ada yang hilang, kemungkinan bisa dimengerti pula. Disebabkan adanya penemuan baru sehubungan masih remang-remang dalam hubungannya dengan pengembangan aturan/ etika, kemungkinan kelebihannya akan ada yang hilang, kemungkinan bisa dimengerti pula. Sesungguhnya wahyu yang telah ditulis akan semakin bisa dimengerti apabila umat manusia melanjutkan penemuan- penemuan baru. Sesungguhnya dapat mencapai ratusan generasi, kemungkinan bisa dimengerti pula'.
Wahyu Nabi konghucu memberikan definisi pengajaran yang layak, sbb :
Bab VII. 25 Menurut konghucu suatu pengajaran haruslah memiliki catatan, dapat memuaskan, memiliki kepastian dan dapat dipercaya.
Terjemahkan filsafat konghucu dalam webside ini juga berpedoman pada prinsip ini, yaitu : 1. Membuat "catatan"/ kamus, 2. Menguak nilai-nilai filsafat yang terkandung didalamnya hingga "memuaskan", 3. Memahami setiap kata memiliki "kepastian" berupa bahasa sifat yang khas, 4. Dan "dapat dipercaya" atau terbukti memenuhi kriteria nomor 1 - 3 diatas.
Nabi konghucu mengingatkan manfaat memahami filsafat yang terdapat dalam wahyu yang diterimanya, sbb :
Bab XII.6. Zi Zhang bertanya “Sudah memahami” Zi berkata ‘Menyelami filsafatnya menjadikan berbeda pemahamannya, hanya kulit/ luarnya menjadikan bicaranya mau menang sendiri. Sebenarnya belum cukup akhli, boleh dikatakan dirinya seperti telah memahami pula sampai akhirnya. Menyelami filsafatnya menjadikan berbeda pemahamannya, hanya kulit/ luarnya menjadikan bicaranya mau menang sendiri, sebenarnya belum cukup akhli, boleh dikatakan dirinya masih jauh pula sampai akhirnya’.
Tempat diskusi : http://pakin.proboards81.com/index.cgi
|
|
|
|