Selain filsafat konghucu, kami juga menampilkan filsafat hidup tenang yang ditulis oleh Almahum Bapak Nasibu selama +/- 30 tahun. Filsafat hidup tenang cukup
mudah
dimengerti
karena menggunakan istilah bahasa Indonesia akhir abad 20 yang baku.
D A F T A R I S I
1. HIDUP TENANG
2. Rasa dan 4 tingkatan badan astral
3. Jiwa
4. Sifat-sifat dari tiap manifestasi.
5. Memupuk Jiwa
6. Tiga kesatuan
7. Ilustrasi rasa dan pertentangannya
8. Mekanik amal
9. Nafas/ peningkatan kekuatan
10. Tujuan suatu tindakan dan akibatnya
11. Meditasi
12. Ritme dalam tubuh
13. Nilai dosa dan nilai amal
14. Hubungan antara pikiran dan tubuh manusia
15. Hubungan antara kharisma dan alam
16. Mistik/ Gaib
17. Sumber penyebab kemauan
18. Surga & Neraka
19. Penilaian/ menilai
20. Roh-roh yang ada hubungan dengan manusia
21. Penggunaan roh-roh oleh manusia
22. Akibat menggunakan roh-roh
23. Ilmu/ kekuatan gaib
24. Pandangan dan sikap orang terhadap agama
25. Kehidupan beragama
26. Keuntungan/ manfaat jika hidup atas dasar-dasar agama
27. Prihal Ilmiah ajaran agama
28. Arah perkembangan ilmu pada umumnya
29. Praktek-praktek meditasi
30. Perkembangan kebudayaan diseluruh dunia
31. Parapsikologi
32. Tantangan bagi ilmu parapsikologi
33. AURA (Aurora)
34. Kesadaran dan emosi
35. Kesadaran dalam arti yang seluas-luasnya
36. Toleransi
37. Kebudayaan dan Ilmu pengetahuan
38. Dasar sikap seseorang dengan faktor-faktor yang mempengaruhinya.
39. ANIMISME
40. Bahaya terhadap perdamaian antar manusia
41. Pengaruh agama
42. Istilah-istilah kerohanian
43. Generasi mendatang dan agama
44. Cita-cita manusia yang berkelompok
45. Hubungan dan sikap antara dua insan
46. Manusia adalah mahluk yang paling sempurna
47. Arah perkembangan manusia dalam 5 faktor inti
48. Perkembangan masyarakat
49. Faktor-faktor yang mempengaruhi damai atau perang antar umat manusia
50. Kunci pencetus perang dan cara mengamankannya
51. Alam Jiwa
52. Terbentuk dan terpupuknya kejiwaan
53. Berhasil atau beruntung
54. Teori singkat dan padat
55. Kesatuan yang maha besar
56. Lingkungan dibumi kita
57. Pengaruh-pengaruh pada umumnya
58. Terwujudnya agama
59. Sejarah pertumbuhan agama
60. Istilah nabi 'terakhir'
61. Rasa haru
62. Pertanggungan jawab (dengan pengertian yang keliru)
63. Kodrat, Nasib, Takdir, Ajal
64. Sumber-sumber halus/ abstrak
65. Menafsir ucapan-ucapan orang lain
66. Pedoman tambahan untuk meningkatkan stabilitas hidup
67. Proses-proses dialam semesta
68. Alam atau Rahasia Tuhan
69. Prihal bernegara
70. Membatasi keinginan
71. Kematian
72. Kematian - Sadar setelah mati
73. Kematian - Menerima imbalan-imbalan / balasan-balasan
74. Kematian - Hubungan dengan masyarakat yang masih hidup
75. Kematian - Perjalanan (pengalaman arwah)
76. Alam dan prosesnya
77. Proses masing-masing tersendiri dan kaitannya keluar
78. Proses-proses dalam tubuh manusia
79. Mekanik Kharisma
80. Berbagai jenis kharisma
81. Pemilikan kharisma
82. Kesadaran manusia
83. Istilah sadar dan dibawah sadar
84. Batas kesadaran manusia
85. Tujuan agama dan kenyataan
86. Meditasi sistim khusus
87. Makna meditasi
88. Pandangan dan sikap terhadap agama
89. Pandangan dan tingkah laku manusia menghadapi kehidupan
90. ANATOMI
91. Bunuh diri
92. Bagaimana menguatkan mental
93. Dosa Asal
94. Pandangan seseorang terhadap orang lain
95. Kelainan Jiwa
96. Mekanik terganggu pada orang kelainan jiwa
97. Derita orang berkelainan jiwa
98. Kecerdasan
99. Keyakinan terhadap nilai/ bobot agama (keuntungan beragama)
100. Kebudayaan dan Agama
101. Kesadaran sosial
102. Membatasi keinginan
103. Proses-proses dialam semesta
104. Proses-proses masing-masing tersendiri dan kaitannya keluar
105. Derita
106. Kesukaran-kesukaran yang dihadapi manusia
107. Tempat mukim roh-roh halus
108. Istilah 'Hukum Tuhan' / 'Kemauan Tuhan'
109. Komunikasi manusia dengan alam semesta
110. Untung ruginya Ilmu pengetahuan
111. Penilaian terhadap 'Nabi'
112. Dimensi