Untuk mengambarkan ilustrasi mengenai rasa dan pertentangan-nya perlu kita ambil ilutrasi sifat2 dari materi, yaitu :
- Bentuk, ukuran, struktur, berat jenis dan sifat materinya kedalam.
- Arah, tingkatan/ level, kecepatan, percepatan dan kecepatan tertinggi yang dapat dicapai.
Bab ini dihentikan dahulu disini, nanti jika sudah mencapai suatu tingkatan tertentu dalam diskusi, akan dibahas lagi lebih mendalam.
Tujuan sementara ialah sekedar memberi gambaran, bahwa diskusi selanjutnya lebih banyak menuntut kemampuan berilustrasi untuk dapat mengikutinya.
Perkembangan alam dan rasa manusia :
Perkembangan alam dapat dibagi sebagai berikut :
- Secara murni :
Yang dimaksud ialah tanpa tindakan-tindakan teknologi manusia modern.
- Secara paksa :
Ialah dengan penggunaan teknologi modern.
- Perpaduan antara a dan b
ad a Murni : Alam dimana manusia masih hidup dalam taraf primitip memberi nilai tertentu atau pengaruh tertentu terhadap perasaannya, sebagai berikut :
- Ia tunduk pada alam sekitarnya, merasa dirinya dikuasai oleh alam, menyadari dirinya kecil sekali
dan tidak berdaya terhadap alam.
- Lebih banyak menerima nasibnya dengan penuh penyerahan.
- Rasanya tidak terguncang sampai melampaui batas yang dapat dipikulnya.
- Hidup lebih tenang walaupun dalam segala bentuk kekurangan (materi).
- Alam tidak banyak ternoda oleh manusia.
ad b. Paksa :
- Manusia mengubah-ubah keadaan alam dengan teknologinya tanpa merasa menggunakan tenaga
fisik dengan paksa, seolah-olah secara santai.
- Kadang2 merasa berkemampuan mengatur/ menguasai alam sesuai dengan kehendaknya.
- Perasaannya seperti tidak terpuaskan dan ini disebutnya dinamis yang juga dikatakan ideal.
Tanpa disadarinya ilmu pengetahuan sudah menjadi racun.
- Rasanya sudah tidak tenang lagi walaupun segala keperluannya se-hari2 sudah tercukupi.
- Alam banyak ternoda oleh manusia dengan akibat fatal bagi generasi mendatang, misalnya
pengotoran alam yang sekarang sedang merajarela dan sebagainya.
ad c. Perpaduan antara a dan b Perpaduan ini dapat saja terjadi pada 2 masyarakat yang berbeda teknologinya (satu modern dan satu lagi primitip). Jika GAP (jurang) ini menuju kesuatu persamaan, maka berlakulah evolusi. Dalam perpaduan antara 2 insan yang berkeluarga (suami istri) dapat terbentuk suatu GAP. Jika perpaduan ini terjadi pada suatu pribadi, maka harus diharmoniskan dengan anjuran/ pegangan : Jangan statis melainkan tetap dinamis asal atas dasar kemampuan dan kesanggupan.
Perpaduan a dan b terbagi atas 3 bentuk :
- Dalam 2 keluarga bangsa atau suku sebagai 1 masyarakat timbul suatu masyarakat yang tidak
merata (homogen). Mula2 mula yang modern menilai yang lain sebagai manusia dengan nilai rendah sekali. Yang primitip menilai yang lain sebagai group super. Kelihatan jelas ada pemisah antara 2 kelompok ini dalam tata hidup, pergaulan dan lain2.Kemudian dengan perkembangan zaman dan lebih terdidiknya keluarga primitip, berkuranglah tembok pemisah. Hal ini mengundang timbulnya gesekan yang dapat menjadi suatu pertentangan dan bentrokan yang menuntut pengorbanan dari kedua belah pihak.
- Dalam bentuk suami istri disuatu rumah tangga :
Suami modern, istri primitip : Jika suami memahami situasi dimana berada, kebahagiaan pasti tercapai. Istri modern, suami primitip : Hal ini tidak akan lama bertahan dan pasti bubar (bercerai).
- Dalam satu pribadi bisa saja merasa pengetahuan cukup tinggi, modern dan luas. Tapi jiwanya
sederhana (kontrol diri cukup besar) penyesuaian diri sudah besar.
Hubungan antara pikiran, tingkah laku, pengalaman2 manusia dan roh Semua akibat/ semua arsip badan mengandung timbal baliknya yang harus diterima oleh rasa badan dan bukan diterima oleh rasa roh. Artinya balasan baik atau hukuman sebagai imbalan tidak akan dirasa oleh roh. Arsip badan hanya berfungsi sebagai sebagian nilai dosa atau sedikit mempengaruhi konduite roh. Dengan meningkatnya perjalanan roh pada akhirnya arsip ini akan bersatu menjadi sebagian dari seluruh eksistensi roh. Rasa badan bersatu dengan rasa roh dan menjadi sebagian dari rasa roh itu.
Akibat yang dapat timbul dari penderitaan
- Kedewasaan pikiran.
- Ketenangan, disebabkan oleh kesadaran atas kelalaian dan kesadaran mencari hal-hal positip dari
penderitaan.
- Menantang dengan arti kata tidak mau menerima keadaan.
- Tegang sebab tidak menyadari kekhilafan, kelalaian dan kekurangan diri.
- Fungsi otak kacau (gila).
|