Dengan membayangkan atau mengikuti dengan suatu ilustrasi perjalanan napas meningkatkan diri kita dalam hal2 tertentu sebagai berikut :
- Dalam keadaan sadar kita se-olah2 melupakan segala sesuatu disekeliling kita, sebab seluruh pikiran
dan ilustrasi dipusatkan pada pernapasan. Dengan demikian kita melatih diri tidak dipengaruhi oleh hal2 melalui pancaindera. Timbulah kemampuan mematikan rasa nikmat/ derita. Hasilnya : Kita melepaskan diri dari daerah frekwensi emosi (pancaindera).
- Dengan mengikuti jalannya napas dan membayangkan kebutuhan badan akan udara yang dihirup,
seluruh konsentrasi dipusatkan pada eksistensi saluran yang dilewati oleh napas, organ2 dan seluruh bagian badan yang membutuhkan apa yang dihirup. Se-olah2 kita menghubungi dengan perasaan tertentu tiap organ, tiap bagian badan, tiap sel yang berada dalam tubuh kita. Sistim komunikasi bisa meningkat sedemikian rupa sehingga tiap organ, bagian tubuh, sel2 dapat dikomandokan oleh pikiran kita sendiri.
- Peningkatan lain2-nya masih banyak yang bisa dicapai, baik mengarah kedalam tubuh maupun
memberi komando kepada sel2 mengarah keluar tubuh menuju kepada sasaran2 yang diinginkan.
Dosa yang tidak disengaja mungkin saja tidak menimbulkan ketegangan pada saat itu, tapi kemarahan/ cuci maki orang yang menderita dapat menimbulkan ketegangan. Juga orang tersebut bisa saja terbiasa melakukan hal2 tanpa memikir panjang akan segala akibatnya. Kita hanya menjalankan/ mempertahankan eksistensi yang akhirnya toh hilang juga. Perhitungkan caranya (juga dalam beramal).
Sistim pernapasan untuk peningkatan berkomunikasi dengan sel2 dalam tubuh sendiri: (bernapas untuk kekuatan kedalam) Sebelum dimulai sudah harus duduk mengarah ketimur dan sebaiknya jangan bersandar, kedua belah telapak tangan bersatu dan kedua telapak kaki tanpa alas diusahakan supaya beradu pula. Yang dibayangkan ialah kebutuhan tubuh akan bahan2 tertentu yang diambil langsung dari udara. Dibayangkan pula bahwa pengambilan bahan2 itu menggangu keseimbangan alam. Dengan membayangkan arus udara yang masuk dihidung/ mulut melalui saluran2 sampai keruangan2 dalam tubuh antara lain: Lambung dan paru2. Di paru2 dipisahkan zat asam yang kemudian disalurkan kejantung dan dari situ tercampur dengan darah terbawa keseluruh peloksok tubuh dimana zat asam akan digunakan untuk mewujudkan energi. Semua sel2 yang dilewati darah atau berkontak dengan darah mendapat manfaat dari zat asam ini.
Selesai bayangan tersebut diatas mulailah mengikuti pernapasan masuk dengan mengilustrasikan bayangan tersebut diatas dalam waktu yang lebih pendek lagi dan se-olah2 pikiran kita mengikuti perjalanan zat asam itu sampai ke sel2 se-olah2 kita sendiri ikut mengunjungi sel2 tersebut dan se-olah2 kita sampai pada suatu sistim komunikasi/ dialog dengan tiap sel dalam tubuh kita. Pada saat membuang napas, diilustrasikan se-olah2 kita sadari atas nama/ bersama tiap sel ditubuh berterima kasih atas kontak dengan zat asam dan mengatakan terima kasih kepada napas yang dikeluarkan itu.
Dalam satu bulan sudah harus minimal 30 kali, tiap kalinya melatih selama minimum 5 menit sehari. Sehari boleh mengadakan 3 kali latihan dengan jarak waktu minimal 5 jam antara 2 latihan ber- turut2. Setelah sebulan masing2 melapor :
- Apakah kegiatan sudah menjadi kebutuhan/ kebiasaan.
- Apakah masih harus memaksakan diri.
- Bagaimana perubahan pada saat hendak tidur, sudah berbaring dibandingkan dengan sebelum
mengadakan masa latihan tersebut.
- Apakah disadari bahwa ada perubahan dalam hal ingatan.
- Apakah ada peningkatan dalam hal firasat, baik pada saat berhadapan dengan hal yang sedang
diselesaikan atau mengenai hal yang nanti akan dihadapi.
- Frekwensi bernapasnya ada 3 :
- Bernapas seperti orang tidur, rata2 +/- 20 kali semenit.
- Bernapas dengan tarikan dalam sekali dan langsung dikeluarkan sampai habis2-an.
- Bernapas sedalam mungkin, kemudian ditahan sampai tak sanggup lagi dan dihabiskan se-
habis2-nya.
|