Hubungan antara pikiran dan tubuh manusia

    Dalam tubuh manusia terdapat 2 kelompok syaraf, yaitu:
  1. Syaraf emosionil
  2. Syaraf otonom

    Manusia  dalam hidupnya mengalami banyak rupa/  bentuk rasa, terutama rasa yang mengandung
    bentuk/ arah positif dan rasa yang mengandung bentuk dan arah negatif. Beberapa contoh dari bentuk2
    rasa ialah :
  • Senang, puas, gembira,
  • Sedih, takut, kuatir, malu dll. dll.

    Tiap bentuk rasa menimbulkan frekwensi tertentu. Frekwensi  ini bertitik tolak pada otak kemudian
    menjalar menjelajahi kelompok syaraf emosionil diseluruh tubuh. Gelombang/ frekwensi yang timbul
    memberi pengaruh/ induksi pada kelompok syaraf otonom.
    Kemudian induksi ini menjelajahi seluruh kelompok syaraf otonom diseluruh tubuh.

    Tiap organ dalam tubuh mempunyai  pengaruh/ sensitif terhadap gelombang/ frekwensi tertentu.

    Berarti organ yang berstatus dalam keadaan frekwensi tertentu dapat dipengaruhi oleh gelombang/
    frekwensi yang sama, yaitu yang menjalar disyaraf otonom.

    Jika gelombang itu negatif, dengan sendirinya organ yang terpengaruh mengalami gangguan dengan
    akibat akan menyimpang/ mundur dari fungsi normalnya.

    Sebaliknya jika frekwensi itu positif, organ yang terkena mengalami peningkatan dalam fungsinya dan
    atau bertambah daya tahannya.

    Batas antara pikiran dan tubuh adalah batas antara kelompok syaraf emosionil dan kelompok syaraf
    otonom.

    Mengenai  jumlah rasa yang dapat dialami oleh manusia perlu diketahui bahwa angkanya mencapai
    ratusan. Ratusan jumlah rasa itu dapat dikelompokan/ dibagi menjadi beberapa kelompok saja.

    Jumlah kelompok ada hubungan dengan jumlah warna  yang dapat ditangkap oleh indera mata, yaitu :
    Merah, orange, kuning, hijau, biru, ungu dan violet.

    Sebenarnya disamping 7 kelompok frekwensi warna  masih ada kelompok lain, yaitu frekwensi warna
    yang tak  dapat  ditangkap oleh indera mata. Artinya  kita dapat menyebut ada 8 kelompok yang jelas
    dalam hal rasa.

    Ada kalanya timbul lebih dari 1 rasa dan hal itu  kita sebut kombinasi rasa yang mempunyai  kombinasi
    tanpa batas.

    Kembali  kesoal  warna bisa timbul pertanyaan apakah warna hitam dan putih bisa dimasukan ?.

    Jawabnya :

    Putih adalah salah satu bentuk kombinasi dan dalam hal ini (putih) ialah kombinasi dari ketujuh warna  
    (merah sampai dengan violet).
    Warna hitam ialah suatu gejala dimana mata tidak menerima frekwensi warna apapun.

    Dalam hal rasa, warna hitam dapat diparalelkan  dengan tidak menerima apa2 dalam perasaan yang juga
    bisa menjadi suatu bentuk gelap dalam rasa dengan arti/  nilai negatif (black out).

    Black out ini adalah suatu daerah yang dapat disamakan dengan situasi seseorang yang sudah termasuk
    gila (out of control).

    Dasar utama untuk seorang psikolog/ psikiater ialah dewasa rasa.

    Bisa merasakan perasaan orang lain dan emosi diri sendiri  harus dihilangkan (yang dibayangkan ialah  
    hanya se-mata2 kesulitan orang yang bersangkutan).

    Orang2 yang demikian perasaan kemasyarakatannya besar, bahkan lebih dari itu ia turut merasa
    bertanggung  jawab atas kesulitan orang lain dan paling baik ialah ia betul2  merasakan kesulitan orang
    lain yang minta  tolong.

    Disamping itu ia harus mempunyai bakat (arsip). Jika hal2 ini tidak ada, maka kemungkinan besar
    terjadi keadaan "black out" pada dirinya dan  bahkan  pada anak2nya (sebagai akibat pendidikannya).
Ada Pertanyaan ? Joint Group Hidup Tenang
Sebelumnya
Berikutnya
    PT. Cipta Mulia Sentosa menyediakan filter air, sparepart dan media filter
    untuk semua kebutuhan memproses : Air bersih untuk pabrik AMDK,
    Franchise Isi Ulang, Air Murni & Ultra Murni untuk proses produksi &
    Farmasi, Air Langsung di Minum dengan teknologi Reverse Osmosis dan Ultra
    Violet untuk Karyawan, Rumah Sakit, Pabrik, Kantor, Rumah tinggal dll.