Dalam tubuh manusia terdapat 2 kelompok syaraf, yaitu:
- Syaraf emosionil
- Syaraf otonom
Manusia dalam hidupnya mengalami banyak rupa/ bentuk rasa, terutama rasa yang mengandung bentuk/ arah positif dan rasa yang mengandung bentuk dan arah negatif. Beberapa contoh dari bentuk2 rasa ialah :
- Senang, puas, gembira,
- Sedih, takut, kuatir, malu dll. dll.
Tiap bentuk rasa menimbulkan frekwensi tertentu. Frekwensi ini bertitik tolak pada otak kemudian menjalar menjelajahi kelompok syaraf emosionil diseluruh tubuh. Gelombang/ frekwensi yang timbul memberi pengaruh/ induksi pada kelompok syaraf otonom. Kemudian induksi ini menjelajahi seluruh kelompok syaraf otonom diseluruh tubuh.
Tiap organ dalam tubuh mempunyai pengaruh/ sensitif terhadap gelombang/ frekwensi tertentu.
Berarti organ yang berstatus dalam keadaan frekwensi tertentu dapat dipengaruhi oleh gelombang/ frekwensi yang sama, yaitu yang menjalar disyaraf otonom.
Jika gelombang itu negatif, dengan sendirinya organ yang terpengaruh mengalami gangguan dengan akibat akan menyimpang/ mundur dari fungsi normalnya.
Sebaliknya jika frekwensi itu positif, organ yang terkena mengalami peningkatan dalam fungsinya dan atau bertambah daya tahannya.
Batas antara pikiran dan tubuh adalah batas antara kelompok syaraf emosionil dan kelompok syaraf otonom.
Mengenai jumlah rasa yang dapat dialami oleh manusia perlu diketahui bahwa angkanya mencapai ratusan. Ratusan jumlah rasa itu dapat dikelompokan/ dibagi menjadi beberapa kelompok saja.
Jumlah kelompok ada hubungan dengan jumlah warna yang dapat ditangkap oleh indera mata, yaitu : Merah, orange, kuning, hijau, biru, ungu dan violet.
Sebenarnya disamping 7 kelompok frekwensi warna masih ada kelompok lain, yaitu frekwensi warna yang tak dapat ditangkap oleh indera mata. Artinya kita dapat menyebut ada 8 kelompok yang jelas dalam hal rasa.
Ada kalanya timbul lebih dari 1 rasa dan hal itu kita sebut kombinasi rasa yang mempunyai kombinasi tanpa batas.
Kembali kesoal warna bisa timbul pertanyaan apakah warna hitam dan putih bisa dimasukan ?.
Putih adalah salah satu bentuk kombinasi dan dalam hal ini (putih) ialah kombinasi dari ketujuh warna (merah sampai dengan violet). Warna hitam ialah suatu gejala dimana mata tidak menerima frekwensi warna apapun.
Dalam hal rasa, warna hitam dapat diparalelkan dengan tidak menerima apa2 dalam perasaan yang juga bisa menjadi suatu bentuk gelap dalam rasa dengan arti/ nilai negatif (black out).
Black out ini adalah suatu daerah yang dapat disamakan dengan situasi seseorang yang sudah termasuk gila (out of control).
Dasar utama untuk seorang psikolog/ psikiater ialah dewasa rasa.
Bisa merasakan perasaan orang lain dan emosi diri sendiri harus dihilangkan (yang dibayangkan ialah hanya se-mata2 kesulitan orang yang bersangkutan).
Orang2 yang demikian perasaan kemasyarakatannya besar, bahkan lebih dari itu ia turut merasa bertanggung jawab atas kesulitan orang lain dan paling baik ialah ia betul2 merasakan kesulitan orang lain yang minta tolong.
Disamping itu ia harus mempunyai bakat (arsip). Jika hal2 ini tidak ada, maka kemungkinan besar terjadi keadaan "black out" pada dirinya dan bahkan pada anak2nya (sebagai akibat pendidikannya).
|