Penilaian atau Menilai
Menilai/ penilaian adalah suatu hal yang meliputi  kehidupan manusia, tiap insan pada tiap saat, terkecuali
pada saat ia tidur atau tidak sadarkan diri (semaput).
Sebutan se-hari2 ialah antara lain :
  • Tafsiran
  • Perkiraan
  • Dugaan
  • Sangkaan
  • Perasaan
  • Dll. dll.

  1. Menilai/ penilaian dilakukan oleh manusia  lebih sering tanpa disadari daripada disadari
    sepenuhnya,  se-olah2 terjadi secara otomatis.  Padahal yang dimaksud ialah lebih tepat disebut :
    Kebiasaan  se-hari2 memperhatikan satu dan  lain hal.                                                         
    Dari perhatian timbul _penilaian_ (perkiraan/ tafsiran/ dugaan dll.)
  2. Berarti penilaian didahului oleh perhatian yang :
  1. Berlandaskan pada (dibantu oleh) pancaindera dan
  2. Dibantu oleh kemampuan/ potensi otak (khususnya bagian ingatan dari otak).
  1. Bagian  ingatan dari otak adalah  kumpulan  dari semua rekaman pengalaman.
  1. Bagian ingatan/ rekaman langsung bekerja sama dengan kalkulasi (perhitungan)
  2. Kerjasama  dari  2 bagian otak  ini  mengutamakan :
  1. Keselamatan
  2. Kepentingan diri
  3. Nikmat/ derita
  4. Rugi/ untungnya                                                                                           
    Sambil  sekilas  mengingat potensi/  situasi diri sendiri, terwujud penilaian tingkat
    pertama/ pendahuluan.
  1. Kemudian  berlandaskan  pada  mental/  kejiwaan/ kebiasaan dan penilaian pertama timbul aksi
    pertama (atau reaksi).
  2. Sesudah  itu  bisa menyusul  penilaian  lanjutan serta aksi/ reaksi berikutnya.
  3. Sebenarnya  dari  saat masuk  informasi  pertama melalui pancaindera, tanggapan pertama itu
    sudah didampingi oleh sekilas nilai/ situasi diri sendiri.
  4. Pada saat itu pulalah langsung adanya suatu perbandingan antara potensi/ kemampuan/
    kesanggupan diri sendiri dan objek yang ditanggapi itu.
  5. Nilai yang dibuat dari tanggapan/ perhatian pertama  itu  dan sifat/ kejiwaan/  mental  pribadi
    mengundang penilaian lanjutan yang lebih  mendalam.
  6. VII. Atas  dasar  nilai lanjutan  tersebut  baru  ada kesadaran  penuh dalam menilai dengan cara  
    yang lebih teliti sesuai kemampuan sendiri.
  7. Barulah tercipta/ tercapai kesadaran penuh menghadapi persoalan.
  8. VIII. Reaksi/ aksi selanjutnya adalah atas dasar2 status objek yang ditanggapi/ dinilai dengan
    landasan  penilaian atas potensi diri sendiri  dengan tujuan utama kepentingan/ keselamatan diri.
  9. Dari  butir2  I s/d VIII adalah  proses  yang  singkat sekali.

Pihak yang menilai ialah :
  1. Bisa seorang diri saja atau
  2. Bisa sekelompok yang mempunyai nilai setaraf  dalam hal tertentu.

Pihak/ objek yang dinilai banyak sekali segi-seginya  dan banyak variasi/ percabangannya, misalnya :
  1. Suatu ciptaan.
  2. Berbagai  jenis ciptaan dalam satu kelompok/  kesatuan.
  3. Lingkungan luas/ terbatas.
  4. Perorangan/ seseorang.
  5. Sekelompok manusia.

Tepat/  tidaknya penilaian banyak tergantung dari  kemampuan sipenilai sendiri.
Ada Pertanyaan ? Joint Group Hidup Tenang
Sebelumnya
Berikutnya
    PT. Cipta Mulia Sentosa menyediakan filter air, sparepart dan media filter
    untuk semua kebutuhan memproses : Air bersih untuk pabrik AMDK,
    Franchise Isi Ulang, Air Murni & Ultra Murni untuk proses produksi &
    Farmasi, Air Langsung di Minum dengan teknologi Reverse Osmosis dan Ultra
    Violet untuk Karyawan, Rumah Sakit, Pabrik, Kantor, Rumah tinggal dll.