Caranya mengadakan “ikatan” (kontrak) dengan roh2 melalui syarat2 tertentu, antara lain :
- Mantra
- Jimat
- Doa
- Sembahyang tertentu
- Petunjuk2/ ajaran tertentu dari buku2 suci (antara lain khadam jin/ komando jin)
- Dimadikan
- Bertapa
- Memakai barang tertentu yang “diisi” (misalnya cincin)
- Bagian badan tertentu diberi syarat tertentu atau istilahnya “diisi” (tangan, mata, siku dan lain2)
- Barang/ benda tertentu dimasukan kedalam badan secara gaib.
- Menelan makanan/ minum bahan/ barang2 tertentu misalnya pelor sepeda, kembang, batu, logam
mulia dan lain2.
- Dan sebagainya.
Semua cara2 diatas memerlukan ucapan2/ kalimat2 standart tertentu se-olah2 penobatan orang yang diizinkan menggunakan atau merupakan panggilan/ kode bagi roh tertentu untuk bertindak. Tujuan dari penggunaan
- Memberi gangguan/ derita pada orang lain.
- Memberi kekuatan phisik pada diri sendiri dalam keadaan/ situasi tertentu (berkelahi).
- Menghilang, yaitu tidak terlihat atau seolah2 tidak terlihat oleh yang mencari (lawan).
- Kelihatan angker/ seram.
- Kelihatan menarik/ cantik/ ganteng.
- Memaksa supaya dapat kepercayaan orang lain.
- Mengurangi/ menghilangkan kesadaran orang lain (hipnotis).
- Mencuri
- Kebal
- Menghalau/ melawan arus orang banyak (lawan)
- Mengobati orang sakit
- Kesurupan
- Mencari barang/ orang hilang
- Keselamatan diri
- Keselamatan rumah/ usaha/ milik dari kerusakan/ kemusnahan.
- Menjaga halaman rumah/ kebun/ sawah terhadap pencuri.
- Dan lain2 sebagainya.
Catatan : Perlu diketahui, bahwa ada cara2 yang sepintas lalu dinilai sama dengan cara2 ikatan kontrak seperti diatas, tapi sebenarnya adalah berlainan sekali, yaitu tidak ada suatu ikatan kontrak dengan roh2 yang dimaksud.
Ini adalah kemampuan orang tertentu, yaitu :
- Potensi kharisma yang dapat dipancarkan untuk mewujudkan kekuatan dan juga dapat diisikan
pada benda2 atau pada tubuh orang tertentu, baik pada bagian tubuh maupun seluruh tubuh.
- Menerima petunjuk menggunakan bahan2 tertentu dari tanaman/ hewan/ alam yang menjadi
suatu potensi kekuatan.
Orang demikian tidak menggunakan kode2/ ucapan2/ panggilan tertentu, sebab tidak ada kontrak ikatan dengan roh2 diluar rohnya sendiri. Saluran yang digunakan ialah melalui roh sendiri yang dapat menghubungi apa saja dialam semesta untuk mendapatkan informasi mengenai apa yang harus dilakukan untuk suatu hal yang dimaksud.
|