Tanpa diragukan lagi perkembangan ilmu terdorong oleh kebutuhan yang pada umumnya ditinjau dari sudut keinginan mencapai yang di-cita2-kan antara lain :
- Mengumpulkan/ memiliki materi
- Kepuasan dengan memanfaatkan materi
- Kepuasan dalam hal gengsi, kedudukan, pujian
- Kepuasan dalam hal rasa hak/ prioritas
Nanti kalau sudah dalam keadaan terdesak, baru terasa akan kebutuhan sebagai berikut :
- Mempertahankan/ melanjutkan hidup yaitu soal makan/ minum (rejeki)
- Kehidupan wajar (istilah yang sebenarnya bernada belum puas, ingin lebih)
- Terjamin kesehatan (biasanya timbul kalau sudah tidak sehat)
- Kerukunan (kalau sudah bentrok)
- Keselamatan (kalau sudah celaka atau menghadapi ancaman)
Nanti kalau sudah lebih parah lagi, baru ada kemungkiì nan kesadaran akan kebutuhan :
- Hidup Tenang
- Ilmu pengetahuan banyak dimanfaatkan untuk mempertinggi produksi/ hasil materi yang
dapat memuaskan : pasal 1 - 4 diatas yaitu : harta, hidup, mewah, gengsi, prioritas.
- Kemudian menyusul yang sebenarnya harus diutamakan, adalah produksi/ hasil untuk kebutuhan
: pasal 5 - 9 yaitu : rejeki (santai), kesehatan, kerukunan dan keselamatan.
- Yang tidak banyak dapat perhatian adalah kebutuì han :pasal 10 y aitu : Hidup tenang.
Sebab hasil ini tidak tergantung pada materi, sedangkan ilmu pengetahuan terutama diarahkan pada produksi materi yang harus ditingkatkan Demikianlah sebagian kenyataan ilmu untuk produksi/ hasil materi yang menonjol, yaitu ilmu teknologi.
Pada saat2 tertentu dimana timbul kebutuhan akan ketenangan yang tidak dapat dijamin oleh materi, barulah dicari jalan bagaimana menemui ketenangan. Sebenarnya sudah banyak falsafah untuk mencapainya. Berbagai teori telah disusun dan tertuang dalam bermacam tulisan/ majalah/ buku dan ada pula mata pelajaran dalam bidang pendidikan mengenai ilmu tersebut.
Akan tetapi dalam praktek hidup ajaran itu dikesamnpingkan dengan segala akibat yang fatal bagi mereka yang mengabaikannya. Ilmu tersebut meliputi ilmiah kejiwaan manusia/ psikologi/ tatacara hidup bersama, sosial budaya dan sebagainya.
Bagi masyarakat/ bangsa yang anggotanya memeluk agama adalah suatu keuntungan menerima bimbingan dari sejak kecil bagaimana harus melewati kehi- dupan ini dengan selamat dan tenang. Sebab agamalah yang bisa menjadi dasar2 dan pegangan untuk mencapai kehidupan yang memuaskan dan sempurna.
Seharusnya manusia dimatangkan dahulu dengan teori dan praktek ajaran agama untuk menguatkan mentalnya sebelum meningkat keilmu/ praktek teknologi/ materi.
|