Pengetahuan mengenai suatu ilmu untuk menjadi mata pelajaran bagi umum mempunyai tujuan :
- Dapat dipahami dengan akal.
- Dapat dimanfaatkan oleh umum dengan ketetapan tertentu yang menyangkut hukum untuk
melindungi orang2 lain terhadap penyalahgunaannya.
- Dapat diterima sebagai mata pelajaran yang diterapkan pada bidang bagi umum.
Untuk dapat memenuhi syarat2 diatas banyak yang harus digali, dirumuskan, diperbandingkan dan distandalisir. Pekerjaan itu meliputi a.l. :
- Dasar2
- Teori2 perkiraan
- Teori2 perumusan
- Teori2 pembuktian
- Teori2 sebab dan akibat
- Pembelaan atas kebenaran teori
- Alat2 untuk mengukur proses
- Pengakuan menerima ilmu tersebut oleh para ilmiahwan
- Dll. dll.
Sepintas lalu kita tidak dapat membayangkan apa yang harus ditempuh untuk dapat memenuhi syarat2 tersebut.
Untuk menyelami dasar2 dari ilmu parapsikologi perlu diketahui secara mendetail rahasia ilmu alam yang lebih mendalam mengenai hal2 berikut :
- Manusia seutuhnya yang menyangkut :
- Proses2 persenyawaan dalam tubuh yang memelihara tubuh manusia.
- Proses yang terjadi pada otak pada saat berpikir.
- Proses sinkron kerja antar organ yang berpusat pada syaraf otonom.
- Hubungan antara proses2 alam tersebut diatas, yaitu pengaruh antara satu sama lain.
- Mekanik atau dasar kerja dari proses2 tersebut.
- Pancaran2 yang keluar dari tubuh sebagai akibat dari proses2 itu, yaitu radiasi2.
- Potensi dari radiasi2 itu.
- Akibat dari potensi/ kekuatan radiasi terhadap lingkungan yang dekat dan jauh.
- Bobot radiasi.
- Jangkauan dari radiasi.
- Kecepatan radiasi.
- Arah radiasi.
- Dll. dll.
- Hewan, tanaman dan apa saja dialam semesta termasuk roh2 halus, harus dikenal/ diketahui
secara mendetail dan proses didalam ciptaan itu serta juga pengaruh keluar terhadap lingkungannya.
Dengan gambaran ini kita sadar bahwa tingkatan ilmu pengetahuan yang sudah dicapai oleh manusia masih rendah/ kurang untuk tujuan yang dimaksud.
Pada langkah2 pertama kita harus menguasai teori untuk menentukan kearah mana kita harus perdalam dan apa sebabnya kita harus kearah itu.
Memperdalam ilmu parapsikologi dalam bentuk ilmiah banyak menuntut ilmu pengetahuan umum secara terperinci dan yang utama ialah :
- Ilmu kimia
- Electronika
- Sinar/ Cahaya
- Mengenal semua pecahan/ onderdil (bagian2) dari atom/ materi asal.
- Pecahan materi asal menjadi zat asal.
- Menciptakan alat2 pengukur yang rumit dan sensitip untuk pembuktian hal2 tersebut diatas.
Dalam kenyataan ada orang2 yang mempunyai kemampuan potensi pada diri mereka yang dikenal oleh umum missalnya :
- Magnetisme
- Hipnotis.me
- Meramal
- Melihat hal2 lampau
- Penyembuhan dengan meditasi
- Dll. dll.
Hal2 ini dihasilkan oleh proses berpikir/ membayangkan yang dikehendaki, dimana dalam tubuh orang itu terwujud suatu proses yang mempengaruhi hal2 diluar tubuh orang itu sendiri.
Jika dasar2 dan detail proses sudah diketahui secara mendalam, dengan sendirinya orang2 yang ingin mencapainya dapat ditingkatkan dalam kemampuan itu dengan kesadaran atas akibat2 buruk bagi dirinya dan bagi orang2 lain.
Mengenal buruk dan baiknya dari proses2 frekwensi tinggi sekali akan membuka tabir2 baru.
Peningkatan ilmu sampai taraf demikian akan membawa pengertian mengenai pedoman, yaitu anjuran dan larangan yang tertera pada ajaran2 agama yang dapat dipahami ialah a.l. :
- Proses terwujudnya dosa
- Proses amal
- Proses nikmat/ derita
- Proses pikiran
Kesimpulan : Mengilmiahkan ilmu parapsikologi dapat menghasilkan paham/ pengertian mengenai agama dengan cara yang lebih masuk akal.
Sebenarnya tiap ilmu pengetahuan adalah bantuan/ bahan untuk memahami ajaran agama secara ilmiah.
|