Yang dimaksud dengan 5 faktor dasar inti :
1. Ingatan 2. Imajinasi 3. Budi 4. Kesadaran beramal 5. Kharisma
Dengan perkembangan teknologi yang mengutamakan materi, jelas bahwa ingatan dan imajinasi memegang peranan utama dalam kehidupan manusia. 2 faktor ini dipaksakan oleh manusia pada dirinya sendiri.
Faktor budi dan kesadaran beramal bisa timbul bukan dari kesadaran atau dari dalam diri sendiri, akan tetapi sebab dipengaruhi oleh hal2 dari luar diri, yaitu oleh kehadiran masyarakat dan hukum2 bermasyarakat.
Artinya se olah2 dipaksa oleh situasi2 lingkungan dari luar dirinya.
Faktor kharisma adalah sesuatu yang lambat laun dianggap sebagai mujijat yang hanya bisa tercapai oleh manì usia2 tertentu/ terpilih, dengan pengertian bahwa mereka yang mencapai hal ini adalah yang tidak cocok untuk diikut sertakan dalam perkembangan teknologi/ materi.
Pendapat demikian sebenarnya salah, tidak tepat.
Kita harus akui bahwa pengupasan agama/ ahlak pada umumnya dirasa sebagai sesuatu yang tidak dapat dicampur dengan pembicaraan mengenai perjuangan untuk menjamin kehidupan/ nafkah se-hari2.
Memang benar juga pendapat demikian jika ditinjau dari cara mendiskusikan agama, yang lebih banyak bercorak dogma, seperti cara yang hingga sekarang masih berlaku dan dilakukan.
Akan tetapi jika suatu agama sudah dalam tingkat/ taraf masuk akal atau logis, dengan penggunaan istilah2 / kata2 dengan satu pengertian standart, maka penggunaan satu istilah mencakup satu pengertian serta imajinasi/ gambaran yang sama bagi semua orang yang mengenal ajaran itu.
Dengan demikian tercipta istilah atau rumus yang dapat digunakan untuk pengertian atas teori/ falsafah yang bisa saja meliputi puluhan atau ratusan halaman.
Dan tidak mustahil bahwa ajaran agama bisa disebarkan sampai taraf demikian, yaitu masuk akal (logis).
Jika hal ini tercapai, dengan sendirinya ajaran agama, yaitu istilah/ rumus dari ajaran agama dapat digunakan dalam pembicaraan perjuangan hidup se-hari2, termasuk dalam pembicaraan mengenai teknologi yang pasti tidak terlepas dari hukum “sebab dan akibat” sesuai pengerì tian dalam ilmu apa saja.
Perlu diketahui dan disadari bahwa ajaran agama meliputi semua tujuan, tapi yang paling ditonjolkan adalah cara penyebarannya hingga sekarang ini lebih banyak mangandung ahlak saja.
Cara demikian banyak bernada menunjuk pada kekhilafan/ kekurangan orang yang dihadapinya sehingga pembicaraan bisa berakhir dengan perasaan menuduh.
Dengan penyebaran yang logis/ masuk akal akhirnya penggunaan istilah/ rumus dapat dianggap dan dirasa sebagai pengarahan atau mengingatkan semua pihak (netral) supaya terhindar dari kekeliruan/ kekhilafan. Berarti dapat dianggap sebagai tambahan untuk menentuì kan arah atau sikap supaya selamat dalam perjuangan se-hari2 sambil mengejar meteri (keduniaan).
Lebih jauh mendalami ajaran agama, lebih jelas pula bahwa agama meliputi penjelasan “sebab dan akibat” dalam proses dialam semesta termasuk ilmu teknologi. (ilmu alam, kimia, sinar, elektronik, gelombang, anatomi, proses otak, psikologi, psihiotri, astronomi, astrologi dan lain2)
Pengupasan ini mempunyai tujuan supaya dimengerti dan dipahami, bahwa kharisma mempunyai peranan penting dalam kehidupan tiap orang tanpa disadari, sehingga diabaikan dan tidak dikembangkan.
Tercapainya pengertian dalam hal ini bisa menimbulkan tuntutan pada diri tiap individu untuk mengembangkan kharisma setinggi mungkin kearah positip.
|