Berhasil atau tidaknya sesuatu ada kaitan dengan faktor2 sebagai berikut :
- Tujuan
- Cara2/ jalan yang dijajaki
- Keadaan lingkungan
- Waktu/ saat
- Kemampuan/ kesanggupan
- Tenaga/ energi yang dikerahkan
- Pemelihara/ pendorong energi
- Kepuasan
- Akibat2 sampingan positip/ negatip
- Kelanjutan
- Reaksi lingkungan
- Kemujuran (luck)
- Ketenangan
- Akhirnya
Disamping itu ada berbagai sudut/ kalangan peninjauan, yaitu :
- Orang/ golongan/ group yang bersangkutan.
- Kawan/ lawan secara group atau perorangan.
- Pihak2 ketiga yang berkaitan tidak langsung tapi ada kepentingan.
- Pihak2 ketiga yang tidak berkepentingan.
- Pemerintah setempat.
- Kalangan yang dirugikan langsung atau tidak langsung.
- Para ilmiahwan.
- Golongan agama.
- Masyarakat diluar lingkungan.
- Generasi muda/ mendatang.
- Lingkungan alam setempat atau yang lebih luas.
Perincian seperti tersebut diatas umumnya tidak terpikirkan menyeluruh oleh kita masing2, jika kita sedang memperjuangkan sesuatu. Yang menjadi perhatian kita ialah :
- Bayangan dari keberhasilan.
- Faktor2 yang muncul sebagai hambatan.
- Cara2 atau siasat2 seperjuangan.
- Saat atau situasi yang menguntungkan untuk mangambil langkah.
- Kawan/ lawan
Jika berhasil hal itu dianggap wajar dan selanjutnya tidak ada lagi hal2 yang memusingkan pikiran. Akan tetapi jika perjuangan gagal, lebih2 jika sampai menelan banyak pengorbanan materi/ keuangan, ada keì mungkinan timbul pertanyaan2/ bayangan2 sebagai berikut :
- Apakah aku memang sedang sial ?
- Kapan saat kemujuranku ?
- Bidang apa yang cocok untuk diriku ?
- Apakah masih ada kesempatan untuk berhasil bagiku ?
- Apa yang bikin sial bagi diriku ?
- Apakah ada orang yang sengaja atau tidak sengaja bikin aku jadi sial ?
- Siapa2 orang itu ?
- Kemana aku harus bertanya ?
Pertanyaan2/ bayangan ini adalah titik persimpangan dalam perjuangan hidup. Dari titik persimpangan ini orang bisa menuju keberbagai arah dalam berpikir dan melangkah sebagai berikut:
- Putus asa dengan berbagai akibat.
- Merubah pandangan hidup.
- Mencapai lingkungan/ jalan/ bidang baru yang sebelumnya mungkin tidak pernah terpikirkan.
- Menyadari kekurangan/ kelalaian/ kekhilafan diri dalam perjuangan.
- Yakin ada sesuatu yang secara rahasia berkuasa mutlak dan menentukan diluar jangkauan rasio
manusia.
- Yakin/ percaya adanya faktor mujur, keberuntungan, luck, hoki.
- Percaya bobot/ makna ajaran2 agama.
- Menghubungi orang2 yang bisa memberi nasehat/ pandangan :
- Kawan2 yang dianggap berpengalaman
- Konsultan
- Psikolog
- Psikiater
- Orang pintar (kebathinan)
- Peramal
- Dukun
- Pembimbing/ filosof
- Guru agama
- Guru2 yang bisa memberi ilmu2 diluar rasio
- Orang yang bisa menunjuk jalan mencapai hidup tenang
- Dan lain2
|