Sejarah Pertumbuhan Agama

    Pedoman2 bermasyarakat sebagai titik tolak ajaran agama pada permulaan hanya sederhana sekali.

    Dari  tahun ketahun, dari abad ke abad, dari  masa  ke masa bertumbuh pedoman2 itu sesuai lingkungan
    dan pertumbuhan kebudayaan manusia pada masa2 itu.

    Pertumbuhan atau pertambahan per-tama2 disebabkan oleh perasaan  kagum terhadap ciptaan2 alam  
    tertentu  yang misalnya menakutkan sebab antara lain bentuknya , kerahasiaannya, potensi2 yang
    dimilikinya dan lain2

    Sebagai contoh misalnya :
  1. Matahari, bulan, bintang2
  2. Gunung, sungai, danau, laut
  3. Awan, hujan, kilat, guntur, angin, salju, es
  4. Gempa bumi, letusan gunung api, gunung api
  5. Goa, batu besar, pohon besar
  6. Hewan2 tertentu
  7. Proses2 hukum alam
  8. Keanehan2 yang tidak dimengerti
  9. Dan lain2

    Keajaiban2 yang dialami/ dihadapi pada umumnya  dianggap  dan  diyakini sebagai kemauan dan  
    tindakan dari mahluk2 yang tidak menampakan diri.

    Bertumbuhlah kepercayaan dan keyakinan adanya  mahluk2 halus yang dibagi dalam kelompok yang
    baik dan  kelompok yang jahat.

    Mulailah pemujaan2 dengan bukti2/ hasil yang  meyakinkan.

    Dimana manusia dengan kerendahan hatinya/ rasa  menyerah dan tunduk sering berdialog dengan alam
    dilingkungannya,  timbul kemampuannya menerima getaran/  gelombang/ informasi abstrak dalam
    hubungan dengan apa yang diajaknya berdialog.
    Informasi2  itu yang diterima sebagai  ilham/  firasat disebarkan antara anggota/ rumpun/ suku.

    Demikianlah bertambah pedoman2 dalam pertumbuhan kebudayaan.

    Mereka yang memiliki kemampuan besar dalam  komunikasi dengan  alam dianggap sebagai pemuka
    atau  pembimbing suku.

    Ada  yang mampu menerima wahyu delam bentuk doa2  atau falsafah  sesuai kehidupan dan  
    pengertian  masyarakat pada masa itu.

    Ada  pula yang dalam bentuk pepatah2, ucapan2,  kiasan yang berlaku dan cocok selama masa dan
    dapat diilmiahkan pada masa sekarang ini.

    Pada masa2 tertentu ada kehadiran orang2 yang  mempunyai kemampuan luar biasa misalnya :
  1. Melakukan mujijat2
  2. Membimbing  umatnya  dengan penuh  pengorbanan  dan cinta kasih
  3. Menjadi contoh kebaikan dalam lingkungannya
  4. Meramalkan nasib umatnya
  5. Bertindak penuh kebijaksanaan
  6. Menyampaikan ucapan2, pedoman2, kiasan2, isti-lah2, falsafah yang berbobot.
  7. Keperibadiannya dan ajarannya diterima serta dipahami dan diyakini oleh umatnya sebagai
    tuntunan hidup menuju kebahagiaan dan keselamatan.

    Orang2  demikian membawa berita/ petunjuk2 yang  sebelumnya tidak pernah diketahui oleh orang2 lain.
    Dari masa kemasa bertambahlah pengetahuan dan pengalaman manusia.
    Berubahlah kebudayaan serta pandangan dan tindak  tanduk manusia.

    Sejalan dengan itu bertumbuh pula :
    a. Egoisme
    b. Kekejaman
    c. Kejahatan
    d. Teknologi2
    e. Perselisihan
    f. Sengketa,  pertengkaran,  permusuhan,  pertempuran, perang.
    g. Kekalutan2
    h. Ketegangan.

    Pada masa krisis tertentu lahirlah :

    Munculah  orang  yang  membawa  masyarakatnya  kesuatu tingkat  kesadaran melalui pedoman,  
    falsafah,  petunjuk2-nya.

    Orang itu termasuk yang mempunyai kemampuan luar biasa seperti  diuraikan diatas, meninggalkan
    kenangan  yang berbobot sebab dia adalah utusan/ nabi.

    Demikianlah telah puluhan nabi yang pernah lahir selama perjalanan sejarah umat manusia.
    Apa  yang  diwariskan oleh seorang nabi  adalah  tidak lain  dari pada tambahan pada ajaran nabi2 yang  
    telah mendahuluinya.

    Tambahan itu adalah penjelasan atau susulan atau  perluasan atau rincian dari ajaran2 sebelumnya.

    Apa  yang diajarkan oleh para nabi semuanya betul  dan mengandung kebenaran.

    Akan tetapi penganut/ pengikut pada generasi2 berikutnya bisa salah kaprah, keliru memahaminya,  
    menyempitkan pengertian atau salah tafsir.
    misalnya :

    Ada  larangan2 atau pedoman2 yang berlaku  hanya  pada masa itu, tapi dipertahankan seterusnya,
    sebab  ditafsir  secara harafiah tanpa dimengerti maksud  dan  tujuannya secara sempurna.

    Hal   demikian  bisa  menimbulkan  perpecahan   antara  pengikut/ penganut suatu agama dan kemudian
    mendirikan sekte2/ aliran2 baru.

    Pada masa2 belakangan ini bertumbuh pesat ilmu teknologi berdasarkan logika dan menuntut logika.

    Hal ini menimbulkan berbagai akibat :
  1. Dikalangan tertentu agama diragukan mengenai  kebenaran dan maknanya.
  2. Keyakinan terhadap agama menurun sebab ada kekurangan  dalam  logikanya  dengan  cara2  
    mengupas  dan menyebarkannya hingga sekarang ini.
  3. Perasaan _menyerah dan khusuk_ pada saat2 sembahyang/ berdoa mulai _menipis_.
  4. Berbagai  sekte dan aliran serta perpecahan  timbul dan merajalela.
  5. Kalangan  tertentu menilai para  teknolog/  ilmuwan sebagai orang yang menjauhkan diri dari
    tuhan.
  6. Fanatisme berkurang.
  7. Agama dianggap sebagai persoalan pribadi masing2.
  8. Dikalangan  generasi  baru, lebih2  dinegara  maju, agama dinilai tidak dibutuhkan.
  9. Dikalangan penganut2 agama yang masih "tekun", teknologi dianggap perusak/ racun bagi umat
    manusia.
  10. Agama dan teknologi se-olah2 bertolak belakang.

Kesimpulan :
  1. Mengingat :
  1. Ajaran agama adalah kebenaran
  2. Teknologi berdasarkan hukum alam/ hukum2 tuhan
    Maka dapat diyakini bahwa :
    “dua hal ini adalah satu"
  1. Untuk membuktikan dan menguatkan keyakinan ini perlu adanya pengupasan tertentu.

    Harapan  : Semoga teori2 yang telah kita dapat  selama ini dalam tujuan mencapai hidup tenang  (DAK)  
    dapat membantu generasi mendatang untuk memahami bahwa  ajaran agama dapat diilmiahkan dan
    seharusnya  diilmiahkan.
Ada Pertanyaan ? Joint Group Hidup Tenang
Sebelumnya
Berikutnya
    PT. Cipta Mulia Sentosa menyediakan filter air, sparepart dan media filter
    untuk semua kebutuhan memproses : Air bersih untuk pabrik AMDK,
    Franchise Isi Ulang, Air Murni & Ultra Murni untuk proses produksi &
    Farmasi, Air Langsung di Minum dengan teknologi Reverse Osmosis dan Ultra
    Violet untuk Karyawan, Rumah Sakit, Pabrik, Kantor, Rumah tinggal dll.