Pedoman2 bermasyarakat sebagai titik tolak ajaran agama pada permulaan hanya sederhana sekali.
Dari tahun ketahun, dari abad ke abad, dari masa ke masa bertumbuh pedoman2 itu sesuai lingkungan dan pertumbuhan kebudayaan manusia pada masa2 itu.
Pertumbuhan atau pertambahan per-tama2 disebabkan oleh perasaan kagum terhadap ciptaan2 alam tertentu yang misalnya menakutkan sebab antara lain bentuknya , kerahasiaannya, potensi2 yang dimilikinya dan lain2
Sebagai contoh misalnya :
- Matahari, bulan, bintang2
- Gunung, sungai, danau, laut
- Awan, hujan, kilat, guntur, angin, salju, es
- Gempa bumi, letusan gunung api, gunung api
- Goa, batu besar, pohon besar
- Hewan2 tertentu
- Proses2 hukum alam
- Keanehan2 yang tidak dimengerti
- Dan lain2
Keajaiban2 yang dialami/ dihadapi pada umumnya dianggap dan diyakini sebagai kemauan dan tindakan dari mahluk2 yang tidak menampakan diri.
Bertumbuhlah kepercayaan dan keyakinan adanya mahluk2 halus yang dibagi dalam kelompok yang baik dan kelompok yang jahat.
Mulailah pemujaan2 dengan bukti2/ hasil yang meyakinkan.
Dimana manusia dengan kerendahan hatinya/ rasa menyerah dan tunduk sering berdialog dengan alam dilingkungannya, timbul kemampuannya menerima getaran/ gelombang/ informasi abstrak dalam hubungan dengan apa yang diajaknya berdialog. Informasi2 itu yang diterima sebagai ilham/ firasat disebarkan antara anggota/ rumpun/ suku.
Demikianlah bertambah pedoman2 dalam pertumbuhan kebudayaan.
Mereka yang memiliki kemampuan besar dalam komunikasi dengan alam dianggap sebagai pemuka atau pembimbing suku.
Ada yang mampu menerima wahyu delam bentuk doa2 atau falsafah sesuai kehidupan dan pengertian masyarakat pada masa itu.
Ada pula yang dalam bentuk pepatah2, ucapan2, kiasan yang berlaku dan cocok selama masa dan dapat diilmiahkan pada masa sekarang ini.
Pada masa2 tertentu ada kehadiran orang2 yang mempunyai kemampuan luar biasa misalnya :
- Melakukan mujijat2
- Membimbing umatnya dengan penuh pengorbanan dan cinta kasih
- Menjadi contoh kebaikan dalam lingkungannya
- Meramalkan nasib umatnya
- Bertindak penuh kebijaksanaan
- Menyampaikan ucapan2, pedoman2, kiasan2, isti-lah2, falsafah yang berbobot.
- Keperibadiannya dan ajarannya diterima serta dipahami dan diyakini oleh umatnya sebagai
tuntunan hidup menuju kebahagiaan dan keselamatan.
Orang2 demikian membawa berita/ petunjuk2 yang sebelumnya tidak pernah diketahui oleh orang2 lain. Dari masa kemasa bertambahlah pengetahuan dan pengalaman manusia. Berubahlah kebudayaan serta pandangan dan tindak tanduk manusia.
Sejalan dengan itu bertumbuh pula :
a. Egoisme b. Kekejaman c. Kejahatan d. Teknologi2 e. Perselisihan f. Sengketa, pertengkaran, permusuhan, pertempuran, perang. g. Kekalutan2 h. Ketegangan.
Pada masa krisis tertentu lahirlah :
Munculah orang yang membawa masyarakatnya kesuatu tingkat kesadaran melalui pedoman, falsafah, petunjuk2-nya.
Orang itu termasuk yang mempunyai kemampuan luar biasa seperti diuraikan diatas, meninggalkan kenangan yang berbobot sebab dia adalah utusan/ nabi.
Demikianlah telah puluhan nabi yang pernah lahir selama perjalanan sejarah umat manusia. Apa yang diwariskan oleh seorang nabi adalah tidak lain dari pada tambahan pada ajaran nabi2 yang telah mendahuluinya.
Tambahan itu adalah penjelasan atau susulan atau perluasan atau rincian dari ajaran2 sebelumnya.
Apa yang diajarkan oleh para nabi semuanya betul dan mengandung kebenaran.
Akan tetapi penganut/ pengikut pada generasi2 berikutnya bisa salah kaprah, keliru memahaminya, menyempitkan pengertian atau salah tafsir. misalnya :
Ada larangan2 atau pedoman2 yang berlaku hanya pada masa itu, tapi dipertahankan seterusnya, sebab ditafsir secara harafiah tanpa dimengerti maksud dan tujuannya secara sempurna.
Hal demikian bisa menimbulkan perpecahan antara pengikut/ penganut suatu agama dan kemudian mendirikan sekte2/ aliran2 baru.
Pada masa2 belakangan ini bertumbuh pesat ilmu teknologi berdasarkan logika dan menuntut logika.
Hal ini menimbulkan berbagai akibat :
- Dikalangan tertentu agama diragukan mengenai kebenaran dan maknanya.
- Keyakinan terhadap agama menurun sebab ada kekurangan dalam logikanya dengan cara2
mengupas dan menyebarkannya hingga sekarang ini.
- Perasaan _menyerah dan khusuk_ pada saat2 sembahyang/ berdoa mulai _menipis_.
- Berbagai sekte dan aliran serta perpecahan timbul dan merajalela.
- Kalangan tertentu menilai para teknolog/ ilmuwan sebagai orang yang menjauhkan diri dari
tuhan.
- Fanatisme berkurang.
- Agama dianggap sebagai persoalan pribadi masing2.
- Dikalangan generasi baru, lebih2 dinegara maju, agama dinilai tidak dibutuhkan.
- Dikalangan penganut2 agama yang masih "tekun", teknologi dianggap perusak/ racun bagi umat
manusia.
- Agama dan teknologi se-olah2 bertolak belakang.
Kesimpulan :
- Mengingat :
- Ajaran agama adalah kebenaran
- Teknologi berdasarkan hukum alam/ hukum2 tuhan
Maka dapat diyakini bahwa : “dua hal ini adalah satu"
- Untuk membuktikan dan menguatkan keyakinan ini perlu adanya pengupasan tertentu.
Harapan : Semoga teori2 yang telah kita dapat selama ini dalam tujuan mencapai hidup tenang (DAK) dapat membantu generasi mendatang untuk memahami bahwa ajaran agama dapat diilmiahkan dan seharusnya diilmiahkan.
|