Pertanggung Jawab
(dengan pengertian yang keliru)

    Sering kita dengar ucapan dalam pembicaraan yang bernada keagamaan kata-kata “pertanggungan
    jawab”.
    Biasanya dilanjutkan dengan penjelasan :
    A.  Tanggung jawab kepada Tuhan yang maha esa yang juga disebut tanggung jawab vertical..
    B.  Tanggung jawab kepada sesame manusia yang juga disebut tanggung jawab horizontal.

Gambaran yang biasa diberikan ialah :
    A.  Tanggung jawab vertical terhadap tuhan adalah jauh lebih penting daripada :
    B.  Tanggung jawab horizontal terhadap sesame manusia.

Pengertian :
    A. Melakukan perintah-peritah tuhan.
    B. Pergaulan antara sesame manusia dan tindak tanduk sehari-hari.

Akibat dari pengertian demikian :
  1. Yang diutamakan dan didahulukan ialah :
  1. Syarat-syarat dari pengajar agama (rajin dan tekun sembahyang / sholat, ketempat-tempat
    ibadah gereja / mesjid dan lain-lain sebagainya).
  2. Rajin membaca buku-buku suci (alkitab, quran dan lain-lain).
  3. Mengenal banyak ayat-ayat dan hadis-hadis.
  4. Tidak ketinggalan berpuasa.
  5. Usaha sungguh-sungguh supaya bisa naik haji.
  6. Dan lain-lain.
  1. Menggangu damai kedalam dan keluar dianggap sesuatu yang biasa-biasa saja.

Wajar dalam pengalaman hidup seolah-olah tidak dirasa kaitan langsung dengan  ….

Ada pula pengertian lebih lanjut :
  1. Selama tekun dan rajin menjalankan perintah-perintah tuhan, pelanggaran terhadap sesame
    manusia sudah ditebus.
  2. Tingkah laku selama hidup adalah hanya urusan dunia.

    Perintah-perintah tuhan (syariat/ sareat agama berlaku / berguna untuk akhirat nanti pada saat akan
    menghadap tuhan.

    Kenyataan :
    Ditanah air kita tidak sedikit orang-orang yang meyakini pengertian demikian dengan tingkah laku hidup
    seperti diuraikan diatas.

    Dimana letak kekeliruan ini ?
  1. Agama diajarkan dan ditanggapi secara dogmatis, harus percaya, yakin dan menerima tanpa
    logika, tanpa ilmiah.
  2. Ajaran Tuhan tidak mungkin dapat diilmiahkan oleh manusia.
  3. Yang encoba-coba / berusaha mengilmiahkan agama dianggap orang yang sudah salah jalan,
    melanggar perintah-perintah Tuhan.

Semoga pengertian yang keliru ini dapat diperbaiki dimasa mendatang.
Ada Pertanyaan ? Joint Group Hidup Tenang
Sebelumnya
Berikutnya
    PT. Cipta Mulia Sentosa menyediakan filter air, sparepart dan media filter
    untuk semua kebutuhan memproses : Air bersih untuk pabrik AMDK,
    Franchise Isi Ulang, Air Murni & Ultra Murni untuk proses produksi &
    Farmasi, Air Langsung di Minum dengan teknologi Reverse Osmosis dan Ultra
    Violet untuk Karyawan, Rumah Sakit, Pabrik, Kantor, Rumah tinggal dll.