Kodrat, Nasib, Takdir, Ajal
|
|
Sudah sering istilah-istilah ini kita bicarakan pada pertemuan-pertemuan sebelumnya, tapi kiranya perlu diberi teori secara menyeluruh. Ada penjelasan-penjelasan yang sudah pernah diberikan dalam pengupasan istilahnya masing-masing tersendiri, tapi hubungan satu sama lain masih belum jelas.
- Kodrat (Tiap insan yang dilahirkan sudah membawa kodrat, yaitu daftar kemungkinan-
kemungkinan positip dan negatip yang bisa menjadi kenyataan/ pengalaman/ fakta/ nasib yang akan dihadapi selama hidup.
- Nasib :
Pengalaman atau kenyataan2 dalam perjalanan hidup seseorang dari lahir sampai meninggal.
- Takdir :
Hal-hal yang pasti akan terjadi dan tidak bisa dihindarkan dalam perjalanan hidup.
- Ajal :
Akhir perjalanan hidup (mati)
Penjelasan selanjutnya
- Kodrat :
Ditentukan oleh faktor-faktor, sebagai berikut :
- Kehidupan-kehidupan masa lalu sebelum kehidupan yang dihadapi sekarang ini (teori
inkarnasi) Disini tercantum dosa asal.
- Sifat-sifat serta tingkah laku orang tua selama anak masih dalam kandungan.
- Hal-hal yang dimakan (termakan) dan atau diminum terminum) serta yang terhirup oleh
orang tua selama anak dalam kandungan.
- Keadaan phisik/ psihis para orang tua selama anak dalam kandungan.
- Lingkungan orang tua selama anak dalam kandungan.
- Sifat-sifat keturunan (phisik dan psihis) para orang tua.
- Pengaruh kosmis selama anak dalam kandungan dan juga pada saat anak dilahirkan.
- Nasib :
Ditentukan oleh 2 hal sebagai berikut :
- Kemampuan mawas diri :
- Jika seseorang banyak mawas diri sebab menjalankan hidup atas dasar :
D.A.K. pasti ertambah tebal lapisan bathinnya, meningkatlah firasatnya sehingga mengambil langkah2 yang menuju nasib baik.
- Jika seseorang kurang/ tidak mawas diri, lapisan bathinnya kurang tebal, pasti
akan menjalani hidup yang kurang memuaskan.
Catatan : Yang dialami ialah perincian hal-hal positip/ negatip yang tercantum pada daftar kodrat dalam bentuk garis besar)
- Lingkungan hidup :
- Turut menentukan sebab antara lain memberi pengaruh terhadap kejiwaan dan
tingkah laku serta usaha/ perjuangan.
- Kesempatan dan lingkungan bisa mendorong manusia mengambil langkah2 sesuai
keadaan lingkungan.
Mawas diri (kurang mawas diri) dan lingkungan menelorkan/ menghasilkan tingkat perjalanan hidup yang menyangkut : 1a. Kedudukan, jabatan, fungsi (rejeki) 1b. Kesehatan 1c. Kerukunan 1d. Keselamatan 2a. Kepuasan/ nikmat (sorga dunia) 2b. Ketegangan/ derita (neraka dunia) 3. Ajal : Sebelum waktunya atau ajal sebenarnya (yaitu mencapai umur absolut).
|
|
|
|
|