Setelah meninggal, hubungan secara lahiriah dengan masyarakat hidup sudah tidak ada. Akan tetapi kontak dengan cara-cara tertentu masih ada antara yang telah meninggal dengan yang masih hidup. Komunikasi tersebut antara lain dengan :
- Keluarga yang ditinggalkan terutama anak-anak, cucu-cucu, suami / istri.
- Mertua / menantu
- Kawan erat / sejati
- Kawan / teman seperjuangan pada masa-masa / tahun-tahun terakhir.
- Teman sekerja / tetangga yang pernah berjasa terhadap almahum (ah)
- Teman sekerja / tetangga yang pernah mengagumi almahum (ah)
- Orang-orang yang berkecimpung dalam bidang yang pernah dimulai / dicetuskan / diciptakan oleh
almahum (ah), yaitu sesuatu yang bermanfaat untuk orang banyak, missalnya penemuan-penemuan baru.
- Penerima-penerima falsafah, teori, ajaran almahum (ah) yang berguna untuk masyarakat.
- Orang-orang yang menghargai dan memelihara peninggalan-peninggalan almahum (ah)
- Orang-orang yang bergerak dibidang yang pernah ditangani almahum (ah)
Komunikasi tersebut pada umumnya hanya dari 1 pihak saja, yaitu dari arwah untuk menolong orang yang dihubungi.
Bentuk-bentuk komunikasi antara lain, sebagai berikut :
- Komunikasi 1 pihak :
- Memberi gairah, daya tahan, ketekunan.
- Memberi dorongan supaya yang ditolong mengambil langkah-langkah seperlunya.
- Memberi arah supaya tidak salah langkah / mengambil keputusan.
- Menjernihkan pikiran / otak supaya tepat menyusun rencana dan melaksanakannya.
- Menasehati supaya mengambil langkah-langkah pada saat-saat yang tepat waktunya sesuai
situasi.
- Menghalangi / menunda tindakan supaya terhindar dari hal-hal yang tidak menguntungkan.
- Memberi perlindungan.
- Dll. Bentuk yang mengandung itikat baik.
Tanggapan / reaksi / sikap orang yang dihubungi oleh arwah antara lain sebagai berikut :
- Timbul firasat sehingga tepat merencanakan/ menangani dengan hasil positif.
- Melalui mimpi yang seharusnya bisa ditafsir maknanya.
- Menemui orang yang menjadi penunjuk jalan yang harus ditempuh.
- Lalai / terlambat sehingga terhindar dari hal-hal yang tidak diingini.
- Seolah-olah mendapat musibah yang justru menjadi penyebab untuk selamat dari situasi
yang lebih parah.
- Mendapat tantangan sehingga harus menghentikan perjuangan / usaha yang justru menjadi
kesempatan menemui hal yang lebih menguntungkan, membawa kebahagiaan.
- Dll. Dll.
- Komunikasi 2 pihak :
Dalam hal ini orang yang dihubungi oleh arwah sadar mengenai komunikasi tersebut. Cara demikian terlaksana dalam bentuk dialog antara pihak yang hidup dengan arwah. Ada kalanya komunikasi terwujud sebab yang hidup memulainya secara sadar, hal itu dilakukan oleh orang-orang yang mempunyai kemampuan tertentu. Penggunaan komunikasi tersebut biasanya untuk kepentingan / menolong orang lain. Petunjuk yang didapat untuk menolong orang adalah petunjuk yang diberikan oleh leluhur dari orang yang akan diberi pertolongan. Yang melakukan komunikasi bertindak sebagai media atau perantara. Leluhur (arwah) yang memberi petunjuk bisa saja dengan kemampuan / potensi / pengetahuan sendiri atau bisa mengundang roh lain dialam halus yang turut memberi pertolongan.
|