K e m a t i a n
Hubungan dengan masyarakat yang masih hidup

    Setelah meninggal, hubungan secara lahiriah dengan masyarakat hidup sudah tidak ada.
    Akan tetapi kontak dengan cara-cara tertentu masih ada antara yang telah meninggal dengan yang
    masih hidup.
    Komunikasi tersebut antara lain dengan :
  1. Keluarga yang ditinggalkan terutama anak-anak, cucu-cucu, suami / istri.
  2. Mertua / menantu
  3. Kawan erat / sejati
  4. Kawan / teman seperjuangan pada masa-masa / tahun-tahun terakhir.
  5. Teman sekerja / tetangga yang pernah berjasa terhadap almahum (ah)
  6. Teman sekerja / tetangga yang pernah mengagumi almahum (ah)
  7. Orang-orang yang berkecimpung dalam bidang yang pernah dimulai / dicetuskan / diciptakan oleh
    almahum (ah), yaitu sesuatu yang bermanfaat untuk orang banyak, missalnya penemuan-penemuan
    baru.
  8. Penerima-penerima falsafah, teori, ajaran almahum (ah) yang berguna untuk masyarakat.
  9. Orang-orang yang menghargai dan memelihara peninggalan-peninggalan almahum (ah)
  10. Orang-orang yang bergerak dibidang yang pernah ditangani almahum (ah)

    Komunikasi tersebut pada umumnya hanya dari 1 pihak saja, yaitu dari arwah untuk menolong orang
    yang dihubungi.

    Bentuk-bentuk komunikasi antara lain, sebagai berikut :
  1. Komunikasi 1 pihak :
  1. Memberi gairah, daya tahan, ketekunan.
  2. Memberi dorongan supaya yang ditolong mengambil langkah-langkah seperlunya.
  3. Memberi arah supaya tidak salah langkah / mengambil keputusan.
  4. Menjernihkan pikiran / otak supaya tepat menyusun rencana dan melaksanakannya.
  5. Menasehati supaya mengambil langkah-langkah pada saat-saat yang tepat waktunya sesuai
    situasi.
  6. Menghalangi / menunda tindakan supaya terhindar dari hal-hal yang tidak menguntungkan.
  7. Memberi perlindungan.
  8. Dll. Bentuk yang mengandung itikat baik.
    Tanggapan / reaksi / sikap orang yang dihubungi oleh arwah antara lain sebagai berikut :
  1. Timbul firasat sehingga tepat merencanakan/ menangani dengan hasil positif.
  2. Melalui mimpi yang seharusnya bisa ditafsir maknanya.
  3. Menemui orang yang menjadi penunjuk jalan yang harus ditempuh.
  4. Lalai / terlambat sehingga terhindar dari hal-hal yang tidak diingini.
  5. Seolah-olah mendapat musibah yang justru menjadi penyebab untuk selamat dari situasi
    yang lebih parah.
  6. Mendapat tantangan sehingga harus menghentikan perjuangan / usaha yang justru menjadi
    kesempatan menemui hal yang lebih menguntungkan, membawa kebahagiaan.
  7. Dll. Dll.

  1. Komunikasi 2 pihak :
    Dalam hal ini orang yang dihubungi oleh arwah sadar mengenai komunikasi tersebut.
    Cara demikian terlaksana dalam bentuk dialog antara pihak yang hidup dengan arwah.
    Ada kalanya komunikasi terwujud sebab yang hidup memulainya secara sadar, hal itu dilakukan
    oleh orang-orang yang mempunyai kemampuan tertentu.
    Penggunaan komunikasi tersebut biasanya untuk kepentingan / menolong orang lain.
    Petunjuk yang didapat untuk menolong orang adalah petunjuk yang diberikan oleh leluhur dari
    orang yang akan diberi pertolongan.
    Yang melakukan komunikasi bertindak sebagai media atau perantara.
    Leluhur (arwah) yang memberi petunjuk bisa saja dengan kemampuan / potensi / pengetahuan
    sendiri atau bisa mengundang roh lain dialam halus yang turut memberi pertolongan.
Ada Pertanyaan ? Joint Group Hidup Tenang
Sebelumnya
Berikutnya
    PT. Cipta Mulia Sentosa menyediakan filter air, sparepart dan media filter
    untuk semua kebutuhan memproses : Air bersih untuk pabrik AMDK,
    Franchise Isi Ulang, Air Murni & Ultra Murni untuk proses produksi &
    Farmasi, Air Langsung di Minum dengan teknologi Reverse Osmosis dan Ultra
    Violet untuk Karyawan, Rumah Sakit, Pabrik, Kantor, Rumah tinggal dll.