Arti sebenarnya dari kata "Dimensi” adalah : ukuran. Kata ini umumnya dipakai dalam ukuran bidang, yaitu ukuran lebar & panjang dari suatu bidang. Pikiran tidak membayangkan luasnya bidang itu. Sering juga kata dimensi dipakai dalam ukuran suatu benda-benda dan yang dimaksud / dibayangkan adalah ukuran-ukuran volume dari benda-benda tersebut yaitu : Panjang, Lebar & tinggi dari suatu kotak missalnya .
Kesimpulan :
- Yang dibayangkan adalah bukan ukuran luas dari suatu bidang-bidang & juga bukan isi / volume
dari suatu kotak atau benda lainnya.
- Gambaran / ilustrasi lebih banyak dijiwai oleh batas-batas yang memisahkan bidang / benda itu dari
lingkungannya.
Dalam percakapan tertentu ada kalanya kita dengar penggunaan kata dimensi dengan arti lain daripada ukuran bidang / kotak, missalnya :
- Suatu rencana pembangunan dianggap gagal, tapi ditinjau dari dimensi tertentu dapat dikatakan
tidak gagal. Sebab mungkin saja keadaan yang dicapai tidak memenuhi apa yang diharapkan, tapi bisa menjadi landasan bagi pembangunan selanjutnya yang menguntungkan.
- Suatu pembangunan gagal mencapai tujuannya walaupun dengan perhitungan yang tepat atas dasar-
dasar dari data-data yang diketahui secara pasti : Kemudian diucapkan : masih ada dimensi-dimensi lain yang menentukan tapi diluar perhitungan.
- Ada kalanya kita dengar orang mengatakan :
Dimensi ke 4, ke 5, ke 6 atau masih banyak dimensi-dimensi lain diluar 3 dimensi.
- Dan masih banyak contoh-contoh lain.
Pertanyaan : Apa sebenarnya yang dimaksud dengan kata dimensi dengan 3 contoh diatas ?
Jawaban / penjelasan : Prihal contoh :
- Pandangan yang harus diarahkan lebih jauh lagi.
- Situasi / keadaan / pengaruh lingkungan / alam secara mikro / makro.
- Segala / semua faktor yang dapat dibayangkan turut menentukan sesuatu dan juga yang tak dapat
diperhitungkan oleh manusia.
Kesimpulan menyeluruh : Pengertian kata dimensi sudah menuju pada pengakuan dibawah sadar mengenai berlakunya hukum- hukum alam / hukum ilahi baik terbatas maupun secara luas sekali. Contoh : Luck, kepribadian seseorang, firasat, pengaruh-pengaruh roh halus, kesialan, momentum (saat), komposisi manusianya (resultan dari suatu perpaduan), situasi, lingkungan.
|