|
|
|
Lima warna yang dapat membutakan mata manusia.
|
|
|
Lima suara yang dapat menulikan telinga manusia.
|
|
|
|
Lima rasa yang dapat menjadikan manusia asal bicara.
|
|
wǔ wèi lìng rén kǒu shuǎng
|
|
|
Kecepatan berlari mengejar buruan menjadikan manusia hatinya memperlihatkan kemarahan.
|
|
chí chěng tián liè lìng rén xīn fā kuáng
|
|
|
Kesulitan mencapai kehendak seperti harta benda menjadikan manusia kepuasannya terluka.
|
|
nán dé zhī huò lìng rén xìng fáng
|
|
|
Adalah karena roh pembimbing manusia mementingkan isi perut bukan mementingkan yang dilihat.
|
|
shì yǐ shèng rén wéi fù bù wéi mù
|
|
|
Sejak lama berlaku tetap seperti ini.
|
|
gù qù bǐ qǔ cǐ dāng qí wú, yǒu shì zhī yòng. gù yǒu zhī yǐ wéi lì, wú zhī yǐ wéi yòng.
|
|
|
|
|
Merasa dapat lebih terkenal, setelah melihat ataupun mendengar ada yang lebih terkenal menjadikan manusia terus mengikuti hawa nafsunya. Merasa dapat menjadi lebih kaya, setelah melihat ataupun mendengar ada yang lebih kaya menjadikan manusia terus mengikuti hawa nafsunya. Merasa sewajarnya mendapat penghormatan yang lebih, setelah melihat ataupun mendengar ada yang lebih dihormati menjadikan manusia terus mengikuti hawa nafsunya. Merasa mampu memiliki kekuasaan lebih, setelah melihat ataupun mendengar ada yang lebih berkuasa menjadikan manusia terus mengikuti hawa nafsunya. Merasa mampu mencapai kesempurnaan, setelah melihat ataupun mendengar ada yang mencapai kesempurnaan menjadikan manusia terus mengikuti hawa nafsunya.
Kelelahan mengejar tujuan yang tidak ada akhirnya menjadikan kepuasan manusia terluka. Kegagalan demi kegagalan tidak menjadikan manusia menyadari kekeliruannya. Kekeliruan karena melihat, mendengar dan merasa yang telah menimbulkan hawa nafsunya. Hawa nafsu menjadikan dirinya tidak mengenal batas kemampuan sebagai manusia. Menyadari kekeliruan setelah keadaan tidak dapat diperbaiki lagi.
Berpedoman hidup atas dasar Damai, Amal, Karya mencapai hidup tenang. Manusia akan terbebas dari belenggu hawa nafsu. Hawa nafsu untuk menjadi terkenal, lebih kaya, lebih dihormati, lebih berkuasa dan dapat mencapai kesempurnaan. Hilangnya hawa nafsu akan menyadari manusia adalah mahluk yang paling sempurna dimuka bumi ini. Mahluk paling sempurna dimuka bumi ini karena memiliki kecerdasan dapat memahami dan memanfaatkan hukum keseimbangan alam.
Berpedoman hidup atas dasar Damai, Amal, Karya mencapai hidup tenang. Menjadikan dirinya selalu mendapat bimbingan dirinya sendiri (roh pembimbing dirinya). Setiap pikiran, ucapan maupun tindakannya selalu sesuai dengan hukum keseimbangan alam. Selalu sesuai dengan hukum keseimbangan alam menjadikan dirinya selalu berhasil. Berhasil menjadi orang yang berguna bagi dirinya sendiri, keluarga, lingkungan, negara maupun seluruh umat manusia.
|
|
|
|