Bab : 01; 02; 03; 04; 05; 06; 07; 08; 09; 10; 11; 12; 13; 14; 15; 16; 17; 18; 19; 20; 21; 22; 23; 24; 25; 26; 27; 28; 29; 30; 31; 32; 33; 34; 35; 36; 37; 38; 39; 40;
41; 42; 43; 44; 45; 46; 47; 48; 49; 50; 51; 52; 53; 54; 55; 56; 57; 58; 59; 60; 61; 62; 63; 64; 65; 66; 67; 68; 69; 70; 71; 72; 73; 74; 75; 76; 77; 78; 79; 80; 81;
BAB XVII.
第 一 十 七
    Percaya ada yang maha tinggi turun.
    tài shàng xià zhī yǒu zhī

    Dia ditugaskan mendekatkan dan menjadikan  nama baik.
    qīn ér zhī

    Dia ditugaskan untuk ditakuti.
    wèi zhī

    Dia ditugaskan untuk memarahi.
    zhī

    Mengapa percaya saja tidak cukup.
    xìn yān

    Mengapa ada yang tidak dipercaya.
    yǒu xìn yān

    Komponen yang meredakan dirinya memberikan ucapan yang berharga.
    yōu guì yán

    Keberhasilan persoalan selalu menyertai.
    gōng chèng shì suì

    Ratusan keluarga masing-masing berkata saya sendiri mengakuinya.
    bǎi xìng jiē wèi rán

PENGUPASAN
ENGLISH TRANSLATION
    Sebagian masyarakat percaya adanya dewa/ nabi/ wali yang ditugaskan turun kedunia sebagai
    wujud manusia.
    Manusia yang dipercaya sebagai titisan dewa/ nabi/ wali ini bertugas menurunkan ilmu
    pengetahuan sehingga manusia dapat hidup berdampingan dengan damai, aman, tenteram,
    sejahtera dan saling menghormati/ menghargai satu sama lain.
    Manusia yang dipercaya sebagai titisan dewa/ nabi/ wali ini menjalankan tugasnya sedemikian
    rupa, sehingga masyarakat sangat menghormati, segan dan memiliki rasa takut kepadanya.
    Manusia yang dipercaya sebagai titisan dewa/ nabi/ wali ini dalam menjalankan tugasnya apabila
    diperlukan tidak akan sungkan memarahi bahkan memberikan hukuman.
    Manusia yang dipercaya sebagai titisan dewa/ nabi/ wali ini menurunkan ilmu pengetahuan baru
    yang sebelumnya belum pernah diketahui umat manusia berdasarkan logika/ ilmiah yang dapat
    dipahami para cendekiawan/ ilmuwan dizamannya.
    Pada dasarnya para cendekiawan/ ilmuwan setiap zaman tidak dengan mudah menerima suatu
    ajaran yang tidak dapat dibuktikan / tidak ilmiah.
    Manusia yang dipercaya sebagai titisan dewa/ nabi/ wali ini menurunkan ilmu pengetahuan berupa
    tata cara bermasyarakat yang sangat berharga sehingga umat manusia dapat hidup berdampingan
    dengan damai, aman, tenteram, sejahtera dan saling menghormati/ menghargai satu sama lain.
    Manusia yang dipercaya sebagai titisan dewa/ nabi/ wali ini selalu berhasil menangani / mengatasi
    persoalan yang ada dengan tujuan tercapainya damai diantara umat manusia.
    Umat manusia pada umumnya mengakui keberadaan dan keberhasilan yang telah dicapainya.
 
Sugiar Yao  
Sugiar Yao