Mano-pubbangama dhamma mano-settha mano-maya Manasa ce padutthena bhasati va karoti va Tato nam dukkham anveti cakkam va vahato padam. 1
Mind precedes all mental states. Mind is their chief; they are all mind-wrought. If with an impure mind a person speaks or acts suffering follows him like the wheel that follows the foot of the ox.
2.
Mano-pubbangama dhamma mano-settha mano-maya Manasa ce pasannena bhasati va karoti va Tato nam sukham anveti chaya va anapayini. 2
Mind precedes all mental states. Mind is their chief; they are all mind-wrought. If with a pure mind a person speaks or acts happiness follows him like his never-departing shadow.
Translated from the Pali by : Acharya Buddharakkhita
I. SYAIR BERPASANGAN
1. The Pairs
1.
Segala keadaan batin dipimpin oleh pikiran. Pikiran adalah pemuka dan pembentuknya. Apabila seseorang berucap atau bertindak dengan pikiran jahat, penderitaan niscaya akan mengikutinya ibarat roda pedati yang mengikuti jejak kaki lembu yang menariknya.
Phenomena are preceded by the heart, ruled by the heart, made of the heart. If you speak or act with a corrupted heart, then suffering follows you — as the wheel of the cart, the track of the ox that pulls it.
2.
Segala keadaan batin dipimpin oleh pikiran. Pikiran adalah pemuka dan pembuatnya. Jika seseorang berucap atau bertindak dengan pikiran murni, kebahagiaan niscaya akan menyertainya ibarat bayang-bayang yang selalu mengikuti dirinya.
Phenomena are preceded by the heart, ruled by the heart, made of the heart. If you speak or act with a calm, bright heart, then happiness follows you, like a shadow that never leaves.
Translated from the Pali by : Thanissaro Bhikkhu
1. Syair Berpasangan
1.
Kejiwaan seseorang diawali oleh pikiran. Pikiran adalah penyebab dan pembentuk kejiwaan seseorang. Apabila seseorang berucap dan atau bertindak dengan pikiran negatif, Selanjutnya penderitaan akan selalu mengikutinya, penderitaan yang mengikutinya diibaratkan seperti roda pedati yang terus mengikuti jejak kaki lembu yang menariknya. Kejiwaan yang terbentuk diibaratkan sebagai lembu yang terus menimbulkan penderitaan dalam dirinya.
2.
Kejiwaan seseorang diawali oleh pikiran. Pikiran adalah penyebab dan pembentuk kejiwaan seseorang. Apabila seseorang berucap dan atau bertindak dengan pikiran positif, Selanjutnya kebahagiaan akan selalu mengikutinya, kebahagiaan yang mengikutinya diibaratkan seperti bayang-bayang yang terus mengikuti dirinya. Kejiwaan yang terbentuk diibaratkan bayang-bayang yang terus memberikan kebahagiaan kepada dirinya.