ORIGINAL  :  I, II, III, IV, V, VI, VII, VIII, IX, X, XI, XII,
XIII, XIV, XV, XVI, XVII, XVIII, XIX, XX
論 語 XIX.1. (485)
BAB  XIX : 01, 02, 03, 04, 05, 06, 07, 08, 09, 10,
11, 12, 13, 14, 15, 16, 17, 18, 19, 20, 21, 22, 23, 24, 25
子 張 曰, 士 見 危 致 命,
    zhāng yuēshì jiàn wēi zhì mìng,
    Suatu pengembangan berkata ‘Pahlawan bertemu dengan bahaya yang mengancam
    kelangsungan hidupnya,
見 得 思 義, 祭 思 敬,
    jiàn, jìng,
    Memperhatikan keinginan pertimbangkan dengan firasat / hati nurani,
    Rela berkorban mempertimbangkan penghargaan,
喪 思 哀, 其 可 已 矣.
    sàng āi,
    Matilah jika mempertimbangkan kemalangan,
    Sebaiknya seperti ini selama-lamanya’.
ENGLISH TRANSLATION
PENGUPASAN
    Tsze-chang's opinion of the chief attributes of a true scholar.
    Tsze-chang said, "The scholar, trained for public duty, seeing threatening danger,
    is prepared to sacrifice his life. When the opportunity of gain is presented to him,
    he thinks of righteousness. In sacrificing, his thoughts are reverential. In mourning,
    his thoughts are about the grief which he should feel. Such a man commands our
    approbation indeed."
    Seorang pahlawan saat bertemu dengan bahaya yang telah mengancam
    kelangsungan hidupnya perlu mengamati kemampuan diri sendiri dan
    mempertimbangan/ minta petunjuk pada hati nuraninya.
    Ada dua hal yang menjadi pertimbangan seorang pahlawan, yaitu :
    Berjuang hidup dan mati, seandainya harus matipun dirinya tetap akan memperoleh
    penghargaan.
    Menangisi kemalangan nasibnya, mengapa sampai harus mempertaruhkan
    nyawanya sebagai seorang pahlawan. Orang seperti ini tidak memiliki kemungkinan
    untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya dan biasanya jiwanya melayang
    pula.
    Legge XIX.1.
    Tzu-chang said, 'One can, perhaps, be satisfied with a Gentleman who is ready to
    lay down his life in the face of danger, who does not forget what is right at the
    sight of gain,' and who does not forget reverence during a sacrifice nor sorrow
    while in mourning.'
    Lau [19:1]
XXIII. Hero
    The development says, 'A hero face danger and have been threaten life,
    Keep watching the ability than judge with righteous,
    Feel free to sacrifice after judge the respect,
    Will be death if judge humanity,
    Better be like that forever'.
Sugiar Yao  
Sub Judul LUNYU :
    01. Belajar
    02. Kasih Sayang
    03. Damai
    04. Instrospeksi Diri
    05. Hukum Keseimbangan Alam Semesta
    06. Orang Berbobot
    07. Nabi
    08. Pemerintah
    09. Orang Tua
    10. Berkarya
    11. Teori Singkat dan Padat
    12. Kejiwaan
    13. Agama
    14. Wanita & Keluarga
    15. Inovasi Ilmu Pengetahuan & Teknologi
    16. Management & Perdagangan
    17. Orang Yang Dapat Dipercaya
    18. Persembahan Mistik
    19. Keharmonisan
    20. Beruntungan, Berhasil, Bahagia.
    21. Hubungan Antar Manusia
    22. Bahasa
    23. Pahlawan
    24. Kesenangan & Kepuasan
    25. Wahyu
    26. Ilustrasi Proyeksi & Kharisma
    27. Pengadilan & Kebenaran
    28. Pertanian
    29. Penyakit & Pengobatan
    30. Keakhlian
    31. Pandai Bicara
    32. Penelitian & Ilmu Pengetahuan
    33. Hati Nurani
    34. Toleransi
    35. Pedoman Tambahan
    36. Strategi
    37. Emosi & Kesadaran
    38. Roh & Arwah
    30. Arah Perkembangan Ilmu Pengetahuan
    40. Meditasi
    41. Kepemimpinan
    42. Akibat Dimanja
    43. Keberanian
    44. Tata Negara
    45. Hal-hal Mistik
    46. Nasib, Takdir, Kodrat
    47. Kematian
    48. Pendidikan
    49. Hak Cipta
    50. Dosa
    51. Perlindungan Anak-anak Terlantar
    52. Manusia Ciptaan Paling Sempurna
    53. Akibat Kegagalan
    54. Amal
    55. Olah Raga
    56. Firasat/ Intuisi
    57. Ringkasan